Menurut Moeldoko, pemerintah mendorong pihak swasta untuk menciptakan ekosistem talenta digital Indonesia

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan pemerintah ingin mendukung talenta digital nasional, khususnya melalui pelatihan vokasi. Moeldoko juga mengajak pihak swasta untuk berkontribusi dalam pembentukan ekosistem talenta digital di Indonesia.

“Dari tujuan program pengembangan 100.000 talenta digital di Indonesia melalui pelatihan vokasi, saat ini sudah terbentuk sekitar 60.000 talenta digital. Pemerintah sangat mengapresiasi kerja sama swasta yang mendukung terbentuknya ekosistem digital di Indonesia,” kata Moeldoko saat berkunjung ke kantor pusat Huawei di Jakarta, Selasa (10/5/2022).

“Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong inovasi-inovasi lain dari pihak swasta khususnya dalam membentuk talenta digital di Indonesia,” imbuhnya.

KSP sendiri menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Huawei Indonesia pada Oktober 2020 untuk mengembangkan 100.000 talenta digital di Indonesia.

Moeldoko menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah dan swasta seperti Huawei Indonesia, mengingat pada 2030 Indonesia membutuhkan sekitar sembilan juta tenaga terampil yang menguasai teknologi digital terkemuka seperti cloud, artificial intelligence, big data analytics, 5G hingga IoT.

Sementara itu, Huawei bersama ASEAN Foundation mendirikan ASEAN Academy Indonesia yang aktif menyelenggarakan berbagai pelatihan, seminar, studi banding, sertifikasi, dan kompetisi yang bertujuan untuk memperkaya wawasan, memperdalam pemahaman, dan meningkatkan penguasaan teknologi terdepan.

“Kami sangat mengapresiasi arahan dan saran Pak Moeldoko untuk mendukung transformasi digital di Indonesia. Kami tetap berkomitmen untuk menciptakan koneksi dan korespondensi antara lulusan profesional dan industri tenaga kerja,” kata Mohamad Rosidi, Direktur ICT dan Strategi Bisnis Huawei.

Sumber :